Merupakan pengalaman yang sangat luar biasa
bisa ada di diruang lingkup IAID.Waktu itu saya mendaftar paling akhir
dibanding mahasiswa-mahasiwa yang lainnya, karena saya sakit saat itu.
Pertemuan
pertama pada perkuliahan saya merasa sangat gugup karena saat itu keadaan yang
saya rasakan berbeda dengan mahasiswa yang lain. Mahasiswa-mahasiwa yang lain telah
melewati masa orientasi atau masa ta’aruf sebelumnya,yang lebih di kenal dengan
masa TAMADA (Ta’aruf Mahasiswa Darussalam) sedangkan saya waktu itu tidak
sempat mengikuti masa ta’aruf tersebut, jadi saya untuk pertama kalinya bertemu
dengan banayak orang yang akan menjadi kawan sekelas saya selama saya berkuliah
di IAID itu,baru hanya saat itu. Bagaimana saya tidak gugup?
Suatu
ketika saya pernah mengalami suatu kondisi diamana pada hari itu saya
berkesempatan untuk menyelenggarakan sebuah presentasi di kelas. Namun ketika
saya sedang dalam perjalanan menuju kampus ,ban kendaraann yang saya naiki
tiba-tiba bocor, dan asaya berada di tempat yang jauh dari bengkel,sedangkan
waktu terus berjalan dan sampai ketika saatnya kelas di mulai.Saya berusaha
mencari bengkel dengan mendorong kendaraan saya. Dan saya menelepon teman saya
untuk memberitahukan ketidak bisa hadiran saya tepat waktu karena sebuah
musibah tersebut. Akhirnya teman saya pun membantu dan menggantikan waktu saya
untuk berpresentasi sampai saya tiba di kampus.
Waktu itu kampus kami masih di
Pangandaran , namun sekarang kami sudah berpindah ke pusat karena suatu
keputusan dari pihak perkuliahan.Memang begitu berat awalnya namun setelah kami
jalani semua ini mulai terbiasa. Akhirnya saya pun kini menikmati hari-hari
saya berkuliah di kampus pusat neskti harus menempuh jarak yang cukup jauh dan
dalam waktu 2 minggu sekali. Alhamdulillah kami sudah mulai terbiasa .dan ini
sangat menyenangkan.